Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sebagai tim pendamping bekerja sama dengan Universitas Kristen Indonesia Maluku sebagai tim pelaksana mengadakan kegiatan pengabdian Masyarakat dalam Program Kosabangsa 2023.
Program Kosabangsa adalah program (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) merupakan hasil kolaborasi dalam pelaksanaan tri dharma antara insan akademik dari perguruan tinggi pelaksana dan perguruan tinggi pendamping. Tema utama yang diusung untuk implementasi Kosabangsa adalah kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan kemandirian kesehatan. Selain berfokus pada capaian pengabdian kepada masyarakat yang lebih baik, Kosabangsa juga menggagas kegiatan mentoring dari perguruan tinggi pendamping yang merupakan perguruan tinggi dengan akreditasi unggul dan atau memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengabdian kepada masyarakat terhadap perguruan tinggi pelaksana sehingga diharapkan terjadi peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.
Pada Program Kosabangsa yang dilaksanakan di Pulau Leti, Kab. Maluku Barat Daya yaitu Desa Nuwewang. Pulau ini adalah pulau yang berada pada daerah 3T dan berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kegiatan yang dilaksanakan dengan kelompok mitra adalah kelompok ibu-ibu penenun tradisional Raitawun dan Kelompok Tenun Niawarat. Tim Pendamping FKM UNHAS diketuai oleh Dr.Syamsuar Manyullei, SKKM. M.Kes. MSc.PH dengan anggota Dr.Eng Ilham Bakri. ST. MSc. IPM.ASEAN dan A. Wahyuni, SKM. M.Kes. sedangkan tim pelaksana diketuai oleh Ns.Vanny Leutualy. S.Kep.M.Kep, anggota Joanna Cristy P. S.T. M.Kom dan Micrets Agustina. SE.MM serta Ns.Valensya Yeslin Tamasoa, S.Kep

Kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan pada kelompok Mitra yaitu Ibu-ibu penenun terkait cara memproduksi tenun yang lebih baik dan teknik memasarkannya. Mitra kegiatan ini dihibahkan alat tenun bukan mesin (ATBM) dan kursi yang ergonomis yang dirancang untuk penenun. Hal ini dikarenakan banyaknya keluhan sakit pinggang setelah bekerja sebagai penenun. Ibu-ibu juga diberikan pendidikan kesehatan terkait cara pengolahan sampah dan limbah pewarna tekstil.
Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat yang setingi-tingginya dan nilai ekonomis bagi para penenun. Hal ini disampaikan oleh Ns.Vanny dalam penyampaian materinya dan menuturkan bahwa teknik pemasaran yang baik akan memberikan peluang meningkatnya pemesanan kain tenun khas Maluku ini.
Kegiatan Kosabangsa ini adalah Upaya universitas mendukung tercapainya SDG’s terkait pemberdayaan Perempuan, kegiatan ini bertujuan mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan. Hal ini juga sesuai dengan tujuan SDG’s yang lain yaitu memberantas kemiskinan dalam segala bentuknya.
Kegiatan ini diharapkan bisa diteruskan oleh Kelompok Penenun sehingga bisa tetap melestarikan kearifan lokal tenun Pulau Leti dan lebih mengenalkan hasil tenun ini ke masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri. Hal ini disampaikan oleh ketua Tim Pendamping, Dr. Syamsuar Manyullei, SKM, M.Kes. MSc.PH