Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan II dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menjalankan kegiatan edukasi door to door selama dua hari, pada 16-17 Januari 2024, di Desa Coppo Tompong. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada lima ibu hamil di Desa Coppo Tompong tentang pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).
Intervensi ini berhasil dilaksanakan berkat dukungan penuh dari Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH, Ph.D, serta Dr. Nurzakiah, SKM, MKM sebagai Supervisor Posko 26. Tak lupa pula, Kepala Desa Coppo Tompong, Bapak Makmur juga berperan dalam mendukung penuh kegiatan ini.
Kegiatan ini dimulai dengan kunjungan langsung ke rumah-rumah ibu hamil di Desa Coppo Tompong. Para ibu hamil tersebut kemudian diberikan pre-test untuk mengevaluasi pengetahuan mereka tentang BBLR. Setelah pre-test, mahasiswa PBL II FKM Unhas memberikan edukasi secara langsung kepada ibu hamil, dengan menyoroti pentingnya pencegahan BBLR dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menghindarinya.
Edukasi ini juga dilengkapi dengan pemberian brosur informatif tentang BBLR, memberikan ibu hamil sumber referensi yang dapat dibaca kembali. Setelah edukasi, para ibu hamil kembali diuji dengan post-test untuk menilai sejauh mana pemahaman mereka setelah mendapatkan informasi dari sesi edukasi.
Kegiatan ini tidak hanya merangkul aspek kesehatan lokal tetapi juga menghubungkannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pencegahan BBLR secara langsung mendukung SDGs, terutama pada Target 3.1 yang menekankan pengurangan angka kematian ibu dan bayi. Dengan melibatkan ibu hamil sebagai kelompok sasaran, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Melalui pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) II ini, diharapkan mahasiswa Posko 26 FKM UNHAS dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama terkait dengan pencegahan BBLR di Desa Coppo Tompong, Kabupaten Pangkep. Upaya ini diarahkan untuk membentuk fondasi kesehatan yang kokoh, memastikan kelangsungan generasi mendatang. Mahasiswa diharapkan dapat merancang dan melaksanakan intervensi yang efektif serta memberikan edukasi yang berdampak positif, menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam pola hidup dan pemahaman masyarakat terkait kesehatan reproduksi. Melalui dedikasi mereka, diharapkan Desa Coppo Tompong dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memperjuangkan kesehatan yang optimal bagi generasi yang akan datang.