Home / OPINI

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:05 WIB

Kesehatan Mental: Meningkatnya Kasus Bunuh Diri Mahasiswa dan Upaya Pencegahannya, oleh: Kaharyadi

Meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa menyadarkan kebutuhan pemahaman Kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Kesehatan mental mahasiswa merupakan salah satu aspek penting dalam kesejahteraan mereka. Tantangan akademisi, tekanan sosial, dan masalah pribadi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi Kesehatan mental mahasiswa. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (PUSIKNAS) Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), tercatat sebanyak 971 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2023 yang didalamnya tidak sedikit berasal dari kalangan mahasiswa.

Seperti halnya Kesehatan fisik, Kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang juga penting untuk diperhatikan dan dijaga. Dengan Kesehatan mental yang baik, mahasiswa dapat mengoptimalkan potensi diri dalam menghadapi berbagai macam permasalahan hidup, tantangan, hingga menjalin hubungan yang positif di lingkungan sosialnya.

Baca Juga  Rekomendasi Kebijakan (Policy Brief) dalam Implementasi Safety Leadership pada sektor Konstruksi yang disusun oleh A.Wahyuni, salah satu mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat FKM Unhas

Melaksanakan program edukasi dapat menjadi langkah paling mendasar. Edukasi yang efektif dapat berperan dalam pencegahan gangguan metal dikalangan mahasiswa. Dengan meningkatkan pengetahuan dapat membantu mahasiswa untuk mengidentifikasi tanda-tanda serta gejala Kesehatan mental yang mulai memburuk.

Selain program edukasi, pelaksanaan program layanan konseling kampus juga dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi gangguan kesehatan mental yang dialaminya. Program ini memiliki peran penting dalam mencegah mengelola dan mendeteksi potensi gangguan Kesehatan mental pada mahasiswa. Dengan layanan koseling yang terjangkau dan terintegrasi dapat menjadi langkah pencegahan dan menciptakan lingkungan kampus yang mendukung Kesehatan mental pada mahasiswa.

Keterampilan dalam memanajemen stress juga merupakan salah satu kunci yang dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademis serta tuntutan kehidupannya. Dengan perencanaan waktu yang efektif, istirahat yang cukup hingga hobbi dan kegiatan rekreasi dapat menjadi alternatif dalam memanajemen stress. Namun, setiap individu tentu saja memiliki metode yang berbeda dalam mengelola stressnya, sehingga penting untuk menemukan strategi yang sesuai dengan pribadi anda.

Baca Juga  Menelusuri Perilaku Merokok pada Remaja, oleh: Kezia Batara Patilangi

Menjaga Kesehatan mental merupakan investasi menuju masa depan yang cemerlang. Bagi mahasiswa, penting baginya untuk menjaga keseimbangan antara akademik, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Dengan memprioritaskan Kesehatan mental dengan perencanaan masa dengan dengan bijak, mahasiswa dapat menciptakan tujuan masa depan yang cemerlang dan membangun kehidupan yang seimbang.

Share :

Baca Juga

OPINI

Rekomendasi Kebijakan (Policy Brief) dalam Implementasi Safety Leadership pada sektor Konstruksi yang disusun oleh A.Wahyuni, salah satu mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat FKM Unhas

OPINI

Menelusuri Perilaku Merokok pada Remaja, oleh: Kezia Batara Patilangi

OPINI

Menelusuri psikologis mahasiwa yang berujung pada tindakan bunuh diri Oleh : Fadliah Zaid (Mahasiswa PKIP FKM Unhas)

OPINI

Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Kalangan Remaja Perempuan: Tantangan dan Upaya Penanggulangannya bagi Promotor Kesehatan Oleh: Anindya Kholifya Makmur PKIP FKM Unhas 2021

OPINI

Perilaku Merokok Remaja: Gaya Hidup Kekinian Menuju Hancurnya Masa Tua (Oleh Ririn Andriany)

OPINI

Cyberbullying, Sebuah Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Mental Gen Z” Oleh Dania Rifqah Maharani Faisal

OPINI

Mengungkap Teror Pengintai Generasi Muda: Realitas Penyalahgunaan Narkoba (Oleh : Anjelika Pali Mahasiswa PKIP FKM Unhas)

OPINI

Media Sosial dan Perundungan: Mengungkap Realitas Cyberbullying pada Remaja Oleh: Rahma Humairah