Home / OPINI

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:10 WIB

Cyberbullying, Sebuah Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Mental Gen Z” Oleh Dania Rifqah Maharani Faisal

Dalam kemajuan teknologi tercipta media sosial, sebuah tempat untuk peluang mempertontonkan konten, ide, karya, drama, narasi, kisah, kontroversi, teori, bahkan sensasi. Di balik itu, terdapat sebuah ruang candrawama yang dapat melukiskan senyuman atau sebuah tetesan air mata. Sebuah binar adiwarna yang terpancar dapat berubah menjadi ruang gelap. Kata-kata yang tercipta dari sebuah gerakan jari yang menyentuh bidang datar yang bercahaya yang tidak dapat menyentuh secara fisik namun dapat menggoreskan sebuah luka. Artikel ini menjelajahi kegelapan cyberbullying yang merayap dan mengancam generasi penerus.

Dalam perang digital tanpa senjata, generasi kita berhadapan dengan ancaman yang tak terlihat. “Cyberbullying, sebuah tindakan perundungan yang dilakukan melalui sarana elektronik. Ini merupakan hal yang umum terjadi pada generasi Zoomer (Gen Z), generasi yang sangat terdampak dari kemajuan teknologi. Perilaku cyberbullying dapat mempengaruhi kesehatan mental generasi Z secara negatif. Akibat dari cyberbullying ini tidak boleh dianggap remeh, karena tidak sedikit remaja yang menjadi korban memilih untuk mengakhiri hidupnya akibat depresi. Fenomena ini sudah sering terjadi di berbagai tempat di belahan dunia dan erat kaitannya dengan aspek kesehatan mental. Di Indonesia sendiri, tidak sedikit kasus korban cyberbullying yang mengalami depresi memilih untuk bunuh diri. Sebagai contoh, kasus seorang influencer TikTok yang meninggal dunia pada sabtu (6/8/2022) silam. Influencer tersebut diduga bunuh diri setelah mengalami perundungan di media sosial karena hasil penyelidikan awal ditemukan bahwa korban mengalami stres emosional.

Baca Juga  Rekomendasi Kebijakan (Policy Brief) dalam Implementasi Safety Leadership pada sektor Konstruksi yang disusun oleh A.Wahyuni, salah satu mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat FKM Unhas

Hal tersebut juga dirasakan oleh public figure terkenal di Indonesia yaitu Youtuber Ria Ricis. Youtuber besar tersebut dikabarkan sempat berniat untuk mengakhiri hidupnya dikarenakan terkena imbas dari perbuatan keji cyberbullying berdasarkan dari unggahan Youtubenya yang berjudul “Saya Pamit”. Menurut studi, keinginan bunuh diri akibat dari perilaku cyberbullying tidak hanya disebabkan oleh depresi saja namun juga rasa putus asa yang dirasakan oleh korban. Oleh karena itu ketika ada seseorang yang berperilaku atau bersikap ambigu dan terlihat tanda-tanda keinginan untuk bunuh diri, sangat penting untuk orang terdekat memberikan perhatian dan dukungan positif kepada mereka.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sameer Hinduja dan Justin W. Patchin dari Florida Atlantic University dan University of Wisconsin, dibandingkan dengan korban bullying tradisional, korban cyberbullying memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk melakukan tindakan bunuh diri. Untuk pelaku cyberbullying, angka kemungkinan untuk melakukan tindakan bunuh diri adalah satu setengah kali lebih besar dibandingkan dengan pelaku bullying tradisional.

Baca Juga  Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Kalangan Remaja Perempuan: Tantangan dan Upaya Penanggulangannya bagi Promotor Kesehatan Oleh: Anindya Kholifya Makmur PKIP FKM Unhas 2021

Dalam memahami kompleksitas ancaman cyberbullying, kita tidak hanya berhadapan dengan kegelapan yang merayap, tetapi juga dengan tanggung jawab bersama. Membangun lingkungan digital yang aman dan mendukung menjadi sebuah peran penting dalam melindungi generasi penerus dari dampak negatif cyberbullying. Dengan meningkatkan kesadaran, edukasi, dan penerapan kebijakan yang efektif, kita dapat menjaga agar binar adiwarna media sosial tidak berubah menjadi ruang gelap bagi penggunanya, di mana setiap gerakan jari membentuk jejak positif dan mendukung pertumbuhan, bukan luka. Melalui kolaborasi dan kepedulian, mari bersama-sama membentuk dunia digital yang lebih baik bagi kita semua.

Penulis : Dania Rifqah Maharani Faisal

Mahasiswi Dept. PKIP FKM Universitas Hasanuddin

Share :

Baca Juga

OPINI

REMAJA DARURAT SEKS BEBAS, INI UPAYA BKKBN! Oleh : Aisyah Azzahrah Arfajah PKIP FKM UNHAS 2021

OPINI

Menelusuri Perilaku Merokok pada Remaja, oleh: Kezia Batara Patilangi

OPINI

Media Sosial dan Perundungan: Mengungkap Realitas Cyberbullying pada Remaja Oleh: Rahma Humairah

OPINI

Mengungkap Teror Pengintai Generasi Muda: Realitas Penyalahgunaan Narkoba (Oleh : Anjelika Pali Mahasiswa PKIP FKM Unhas)

OPINI

Menelusuri psikologis mahasiwa yang berujung pada tindakan bunuh diri Oleh : Fadliah Zaid (Mahasiswa PKIP FKM Unhas)

OPINI

Rekomendasi Kebijakan (Policy Brief) dalam Implementasi Safety Leadership pada sektor Konstruksi yang disusun oleh A.Wahyuni, salah satu mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat FKM Unhas

OPINI

Perilaku Merokok Remaja: Gaya Hidup Kekinian Menuju Hancurnya Masa Tua (Oleh Ririn Andriany)

OPINI

Kesehatan Mental: Meningkatnya Kasus Bunuh Diri Mahasiswa dan Upaya Pencegahannya, oleh: Kaharyadi