Home / Uncategorized

Jumat, 24 Januari 2025 - 18:43 WIB

Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini: Upaya Meningkatkan Kesadaran Remaja di Kelurahan Bulujaya, Kabupaten Jeneponto

Doc. Foto Bersama Siswa/i SMP Negeri 3 Bangkala Barat Setelah Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di Kelurahan Bulujaya, Kabupaten Jeneponto (Istimewa)

Doc. Foto Bersama Siswa/i SMP Negeri 3 Bangkala Barat Setelah Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di Kelurahan Bulujaya, Kabupaten Jeneponto (Istimewa)

Jeneponto, 24 Januari 2025 — Dalam upaya mengurangi angka pernikahan dini dan memberikan pemahaman kepada siswa/i mengenai dampaknya, Posko 3 PBL 2 FKM UNHAS bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Jeneponto, Kelurahan Bulujaya, telah menyelenggarakan kegiatan edukasi pencegahan pernikahan dini di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Acara ini berlangsung pada tanggal 23-24 Januari 2025 di SMP Negeri 3 Bangkala Barat dan SMKN 5 Jeneponto, melibatkan lebih dari 30 siswa dari kedua sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, dan dampak sosial ekonomi dari pernikahan dini. Edukasi disampaikan dengan pendekatan interaktif dan ramah melalui diskusi serta pemaparan materi yang dilakukan oleh A. Rania Adlia dan Alfina Widya  salah satu anggota Posko 3 PBL 2 FKM UNHAS. Para siswa/i diajak untuk memahami risiko pernikahan dini dan didorong untuk memprioritaskan pendidikan serta pengembangan diri.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Jeneponto, dr. Iswan Sanabi, juga mengungkapkan bahwa pernikahan dini menjadi faktor utama penyebab tingginya kasus stunting di Jeneponto. Ia juga menyoroti bahwa wilayah dengan risiko stunting tertinggi adalah Kecamatan Bangkala Barat, terutama Kelurahan Bulujaya, dengan jumlah kasus yang melebihi 1.000 orang.

Baca Juga  Menyongsong Generasi Sehat: Mahasiswa Posko 33 PBL II FKM Unhas Berikan Edukasi dan Pemasangan Poster Stunting di Tonrokassi

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bangkala Barat, Bapak Jarwan, menyampaikan apresiasinya dengan mengatakan, “Saya sangat berterima kasih atas kerja kerasnya. Banyak murid di sini, ketika sudah tamat sekolah, biasanya langsung menikah. Mudah-mudahan dengan adanya edukasi ini, mereka lebih bersemangat untuk melanjutkan pendidikan.”

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMKN 5 Jeneponto, Ibu Marfiati, juga mengapresiasi kegiatan ini. Beliau menyebutkan bahwa edukasi ini sangat interaktif dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membuka ruang intelektual bagi siswa/i. Begitupun dengan siswi dari SMKN 5 Jeneponto Fani berkata “Edukasi ini sangat menarik karena kami bisa berdiskusi dan mendapatkan informasi baru tentang dampak pernikahan dini. Saya merasa lebih percaya diri untuk berbicara dengan teman-teman tentang pentingnya fokus pada Pendidikan”.

Pernikahan dini dalam kerangka SDGs merupakan isu sosial yang kompleks dan berdampak negatif pada perkembangan anak perempuan. Target 5.3 bertujuan untuk melindungi hak-hak anak, mencegah eksploitasi, serta memutus rantai ketidaksetaraan gender. Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi masyarakat dan penguatan regulasi perlindungan anak. Tujuan akhirnya adalah memberikan akses lebih luas pada pendidikan, mengurangi risiko kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup perempuan muda.

Baca Juga  Posko 11 PBL 2 FKM Unhas Gelar Seminar Awal: Intervensi Pencegahan Stunting Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat dan SDGs Yang Berkelanjutan

Terdapat keterkaitan juga antara SDGs ke-1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs ke-4 (Pendidikan Berkualitas) terlihat jelas dalam upaya pencegahan pernikahan dini, khususnya melalui kegiatan edukasi. SDGs ke-1 menargetkan penghapusan kemiskinan dalam segala bentuknya, sementara SDGs ke-4 bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas untuk semua. Pendidikan memiliki peran penting dalam memutus siklus kemiskinan, dan pencegahan pernikahan dini melalui edukasi secara langsung mendukung tujuan ini.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan terjadi perubahan pola pikir remaja sehingga anak perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang secara maksimal. Akses terhadap pendidikan yang lebih baik, peningkatan kualitas hidup, dan pemberdayaan sejak dini menjadi tujuan utama dari program ini.

Kegiatan edukasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara masyarakat, sekolah, dan organisasi dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda. Semoga program serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Persakmi Gelar Workshop Penyusunan Indikator Prioritas Pelayanan Kesehatan Berbasis Manajemen Risiko

Uncategorized

Departemen Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin Gelar Kegiatan Edukasi dan Pemantauan Gizi Prajurit LANTAMAL VI TNI AL Kota Makassar

Uncategorized

Lewat GERMAS, Mahasiswa Magang Promosi Kesehatan Universitas Hasanuddin Dorong Perubahan Gaya Hidup Sehat di Kalangan Masyarakat

Uncategorized

Aksi Nyata Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan III FKM UNHAS: Evaluasi Penyuluhan Anemia dan Buku Saku di Desa Kalimporo

Uncategorized

Edukasi Stunting: Diskusi Kelompok Kecil dan Buku Saku untuk Ibu Hamil di Desa Gunung Silanu

Uncategorized

Pembukaan PKKMB S1 FKM Unhas 2025: Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat SEHAT dan Komitmen Zona Integritas

Uncategorized

Langkah Edukatif: Sosialisasi dan Penyebaran Video Bahaya Merokok sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Masyarakat

Uncategorized

Seminar Awal Mahasiswa PBL I FKM Unhas di Desa Barang, Liliriaja, Kabupaten Soppeng: Langkah Awal Menuju Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa