Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Workshop Pendampingan Calon Pengantin dan Keluarga Berisiko Stunting bagi Mentor Tim Pendamping Keluarga (TPK). Pelaksanaan workshop ini dilakukan di 5 regional yaitu Sumatera, Jawa – Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Wilayah Timur. Workshop regional Sulawesi berlangsung selama 8 hari dari tanggal 22–29 Oktober 2023 di Swiss Belhotel, Makassar.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan komitmen mitra lini lapangan dalam rangka kolaborasi dan konvergensi percepatan penurunan stunting untuk meningkatkan pendampingan kepada calon pengantin dan keluarga berisiko stunting. Pesertanya terdiri dari tim pendamping keluarga yang akan dipersiapkan jadi mentor di wilayah masing-masing. Peserta berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Pendampingan kepada calon pengantin merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan stuting. Pencegahan dari hulu dianggap lebih efektif dan efisien, yaitu dengan memberikan pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang akan mempersiapkan calon pengantin ini agar siap untuk hamil dan melahirkan anak sehat dan cerdas.
Kegiatan ini didukung oleh Forum Pelatih Komunikasi Antar Pribadi (KAP) yang khusus pada hari kelima workshop menyampaikan materi “Praktik KAP”. Forum Pelatih KAP mengutus fasilitator di regional Sulawesi yaitu Dr. Kasman Makkasau dari Dinas Kesehatan Kota Parepare dan Muhammad Rachmat, MKes dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas).
“Para mentor diberi bekal untuk dapat melakukan penyampaian pesan secara baik dan menyentuh sasaran, baik kelompok maupun individu. Oleh karena itu, peserta dibekali keterampilan komunikasi antarpribadi yang menyenangkan dan menambah akrab, bermain dan belajar, semua berbicara dan mendengarkan, dan kunci komitmen untuk mengamalkan perilaku sehat,” ujar Muhammad Rachmat yang merupakan dosen di Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Unhas.
Menurut peserta, kegiatan ini sangat baik dan bisa membantu mereka menggunakan cara-cara, bahan, dan teknis komunikasi yang selama ini masih kurang maksimal mereka gunakan di lapangan. Peserta dibekali berbagai permainan dan lagu edukatif. Mereka berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki dapat diterapkan di wilayah mereka masing-masing dan siap menjadi mentor-mentor KAP Stunting yang hebat.