Bangkok, Thailand — Sebanyak 18 mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat ikut berpartisipasi dalam Joint International Tropical Medicine Meeting (JITMM) 2025 yang diselenggarakan pada 2-4 Desember 2025 di Eastin Grand Hotel Phayathai, Bangkok, Thailand. Rombongan mahasiswa tersebut didampingi oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Ridwan A, SKM., M.Kes., M.Sc.PH. Conference internasional ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan masyarakat dari berbagai negara untuk berbagi penelitian, inovasi ilmiah, dan strategi penanganan penyakit tropis di tingkat global.

Kegiatan dibuka dengan sesi registrasi dan Opening Ceremony yang dilanjutkan dengan Keynote Address dari panel ahli internasional mengenai perkembangan riset penyakit tropis. Acara kemudian dilanjutkan dengan beberapa sesi simposium seperti tropical diseases diagnostics and innovations, genomic technologies for tropical diseases, serta presentasi poster ilmiah dari peserta conference. Pada malam hari, kegiatan ditutup dengan Welcome Reception sebagai ajang silaturahmi dan networking antar peserta.
Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi panel diskusi terkait strategi pengendalian penyakit menular, surveilans kesehatan berbasis inovasi teknologi, tren penelitian vaksin, serta diskusi ilmiah mengenai zoonotic diseases dan vector-borne infections. Selain itu, terdapat sesi poster flash talk yang menampilkan hasil penelitian terbaru dari para delegasi internasional.

Hari terakhir conference membahas topik strategis terkait bridging research and public health untuk emerging diseases, advancing immunology, dan tropical medicine advancements in Southeast Asia. Kegiatan kemudian ditutup dengan Closing Ceremony dan Keynote Speech berjudul “Unraveling the Complexity of Malaria Using Data-Driven Biology Approaches” yang disampaikan oleh pakar riset tropis dari Nanyang Technological University, Singapore.
Melalui keikutsertaan dalam JITMM 2025, mahasiswa S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan ilmiah, memperkuat jejaring kolaboratif internasional, serta memahami gagasan penelitian sebagai kontribusi terhadap pengembangan ilmu kesehatan masyarakat. Diharapkan pengalaman ini dapat mendukung peningkatan kualitas akademik, penelitian, dan implementasi kesehatan masyarakat di Indonesia.









