Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, 17 Januari 2024 – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) II dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Posko 12, menjalankan program intervensi kesehatan yang sangat berarti di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kegiatan ini, berfokus pada penyuluhan mengenai “Pencegahan Diare” serta distribusi kalender edukasi tentang diare.
Program ini dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Januari 2024, di wilayah Kecamatan Minasatene, khususnya di Desa Kabba. Menurut data hasil observasi, 20,1% balita di daerah tersebut terkena diare, menjadi dasar penyusunan program intervensi ini. Diare diidentifikasi sebagai salah satu penyebab stunting dan kematian utama pada balita di Indonesia.
Kegiatan intervensi difokuskan pada ibu-ibu yang memiliki anak balita. Tempat penyuluhan berlangsung di posyandu RK Kabba Dalam, dengan menyajikan materi tentang pengertian, gejala, penanganan, dan pencegahan diare. Tujuan dari penyuluhan ini adalah memberikan pemahaman yang baik dan benar mengenai upaya pencegahan dan pengobatan diare pada balita oleh ibu rumah tangga di Desa Kabba.
Diare, sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, juga memiliki dampak pada pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3, yaitu memastikan kesehatan dan kesejahteraan untuk semua. Penyuluhan ini menjadi salah satu langkah pencegahan diare di lingkungan sekitarnya. Masyarakat di Desa Kabba diharapkan mendapatkan informasi tentang pencegahan penyakit diare dan praktik hidup sehat, mendukung pencapaian target terkait kesehatan di SDG 3.
Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar dan mendapat feedback positif dari peserta. Materi penyuluhan yang dikemas dengan bermain games berhasil menarik perhatian peserta, meningkatkan interaksi, dan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan diare. Semua ini merupakan langkah konkret dalam mendukung upaya mencapai kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.