Posko 21 Praktik Belajar Lapangan (PBL) II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melakukan intervensi berupa penyuluhan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di SDN 10 Botto di Desa Punranga, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep pada hari Senin, 15 Januari 2024, pukul 10.00 WITA. Kegiatan intervensi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepada generasi muda di Desa Punranga tentang pentingnya keselamatan di berbagai aspek kehidupan.
Posko 21 PBL 2 FKM Unhas terdiri dari 1 Dosen Supervisor yaitu Rismayanti, SKM., MKM. dan 7 mahasiswa FKM Unhas yaitu Nurpanasita dari Departemen PKIP, Indah Damayanti dari Departemen Epidemiologi, Suci Amaliah Syuaib dari Departemen Manajemen Rumah Sakit, Alifia Meilany Arli Lewa dari Departemen AKK, A.Muh.Rezky Anugrah dari Departemen Kesehatan Lingkungan, Dhiza Az-zahra Umar dan Atiqah Nurfaradiba dari Departemen K3.
Kegiatan intervensi ini berupa penyuluhan dengan pendekatan yang interaktif dan mendidik. Penyuluhan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada siswa tentang pentingnya K3 di rumah, di sekolah, dan saat beraktivitas. Selain pemberian materi dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penyuluhan juga dilakukan dalam bentuk permainan edukatif yaitu ular tangga. Disamping mempermudah siswa dalam memahami informasinya, permainan ular tangga juga membuat penyuluhan berjalan lebih menyenangkan. Kegiatan penyuluhan ini diwarnai pula dengan pembagian souvenir bagi siswa yang telah berpartisipasi aktif.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari senin tersebut diawali dengan ice breaking untuk melatih fokus siswa. Selanjutnya dilakukan pemberian materi dasar terkait potensi bahaya di sekolah maupun di rumah, akibat dari kecelakaan kerja, serta pencegahan potensi bahaya. Kemudian dilanjutkan agenda edukasi dengan metode ular tangga untuk memberikan pemahaman yang mendalam bagi siswa.
Dengan demikian, diharapkan melalui kegiatan intervensi ini dapat memberikan kontribusi dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa terkhususnya mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa. Hadirnya kegiatan ini menjadi elemen kunci dalam mewujudkan SDGs ketiga yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Melalui 13 target dan 50 indikator diharapkan mampu menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera pada tahun 2030.